Friday, November 12, 2010

Iptek "Indonesia Sudah Saatnya Gunakan Energi Nuklir"

Jakarta (ANTARA) - Pengamat intelijen Wawan H Purwanto mengatakan, Indonesia sudah saatnya menggunakan energi nuklir untuk pemenuhan kebutuhan energi di masa depan.
"Makin ke depan energi nuklir selain ramah lingkungan juga efisien, dan murah," kata Wawan di Jakarta, Kamis.
Oleh karena itu, Wawan berharap penggunaan energi nuklir, khususnya sebagai pembangkit listrik tenaga nuklir (PLTN) di Indonesia bisa dijalankan sesuai jadwal yang ditetapkan.
Seperti diketahui, DPR dalam UU No. 17 tahun 2007 tentang Rencana Pembangunan Jangka Panjang Nasional Tahun 2005-2025 tercantum ketentuan bahwa PLTN pertama akan beroperasi antara tahun 2015 dan 2019.
"Kita ingin penggunaan energi nuklir ini bisa terwujud sesuai waktu yang dijadwalkan," kata Wawan.
Terkait adanya penolakan terhadap pengembangan energi nuklir di Indonesia, menurut Wawan, merupakan hal yang wajar. Di negara maju yang sudah menerapkan energi nuklir pun masih terdapat masyarakat yang menentang.
"Resistensi selalu ada, bahkan di negara yang sekarang sudah memakai energi nuklir," katanya.
Yang penting, lanjutnya, ada transparansi didalam pembangunan dan pengelolaan pembangkit nuklir tersebut, serta perlu diberikan penjelasan yang memadai kepada masyarakat.
Soal kekhawatiran dampak yang ditimbulkan, Wawan mengatakan, sebenarnya semakin ke sini teknologi nuklir semakin canggih dengan tingkat keamanan yang semakin tinggi, sehingga tidak perlu dikhawatirkan.
"Jepang saja, yang dulu menjadi korban bom atom, kini giat mengembangkan nuklir untuk kehidupan. Korsel maju pesat setelah mengembangkan energi ini. Kita harus mengejar ketertinggalan," katanya.
Dikatakannya, tiga reaktor nuklir di Indonesia, yakni di Serpong, Bandung, dan Yogyakarta terbukti aman-aman saja hingga saat ini, padahal teknologi nuklir terkini jauh lebih maju dari teknologi yang ada di tiga reaktor tersebut.
"Reaktor nuklir di Yogyakarta aman saja meski ada gempa, tak terjadi sesuatu seperti yang digambarkan dalam tragedi Chernobyl di Rusia," katanya.
Menurutnya, pembicaraan antara Presiden RI Susilo Bambang Yudhoyono dengan Presiden Amerika Serikat Barack Obama tentang energi bisa diarahkan untuk pengembangan energi nuklir di Tanah Air.

sumber : antara

Artikel Terkait:

No comments:

Post a Comment