Saturday, December 4, 2010

'AIDS'|21 orang meninggal

Aids|cyberinfo
'AIDS'|21 orang meninggal-di Kediri,21 dari total 84 penderita HIV/AIDS meninggal dunia karena terinfeksi penyakit tersebut.

Kepala Bidang Pengendalian Penyakit dan Masalah Kesehatan Dinas Kesehatan Kota Kediri, Jawa Timur, Dadiek Sumardiyanto, Sabtu mengemukakan kondisi para penderita yang sudah terinfeksi virus yang menyerang kekebalan tubuh itu tidak dapat diselamatkan. Daya tahan tubuh mereka lemah, ditambah dengan adanya penyakit sertaan.

"Tubuh mereka sudah rapuh dan lemah, membuat virus semakin menyebar, ditambah lagi dengan adanya penyakit sertaan yang membuat fisik mereka semakin rapuh," katanya mengungkapkan.

Ia mengatakan, saat ini, jumlah penderita HIV/AIDS di Kota Kediri yang terpantau masih 84 orang. Dari jumlah itu, 21 di antaranya meninggal dunia. Rata - rata, penyakit sertaan mereka antara lain diare, paru - paru, dan beberapa penyakit lainnya.

Pihaknya menduga, jumlah 84 orang yang diketahui menderita HIV/AIDS adalah jumlah yang sangat kecil. Dimungkinkan, masih banyak kelompok risiko tinggi lainnya yang belum diketahui. Hal itu berdasarkan penelitian yang dibuat.

Pihaknya memerinci, kelompok penasun populasinya mencapai 980 orang dengan prevalensi 40,85 persen, sehingga estimasinya dimungkinkan mencapai 384.

Sementara itu, untuk wanita pekerja seksual (PSK) dimungkinkan populasinya mencapai 530, dengan prevalensi 4,56 persen sehingga dimungkinkan ada 23 penderita.

Dari kelompok pelanggan, dimungkinkan populasinya mencapai 7.500 dengan prevalensi 1,12 persen, sehingga untuk estimasi penderitanya mencapai 78 orang, dari kelompok waria atau gay populasinya mencapai 490 dengan prevalensi 3,12 persen, sehingga untuk estimasinya dimungkinkan ada tujuh orang.

Kelompok nara pidana populasinya mencapai 450 orang dengan prevalensi 3,07 persen, sehingga dimungkinkan untuk estimasinya ada 10 orang, kelompok pasangan pelanggan wanita pekerja seksual dimungkinkan populasinya mencapai 4.850 orang, dengan prevalensi 0,23 persen, sehingga untuk estimasinya dimungkinkan ada 12 orang .

"Virus ini ibarat dengan fenomena gunung es. Yang kita temukan hanya di puncaknya saja, sementara yang di bawahnya masih banyak yang belum ditemukan," ujarnya.

Untuk itu, Dadiek mengatakan terus melakukan koordinasi baik di jajarannya maupun di lembaga swadaya masyarakat (LSM) yang konsentrasi penanganan virus HIV/AIDS.

Pihaknya juga terus melakukan pendekatan kepada kelompok - kelompok risiko tinggi lainnya, dan mengadakan tes darah. Hal itu diharapkan, dapat menemukan lebih banyak lagi pasien yang terinfeksi virus HIV/AIDS, sehingga lebih dini menanganinya.

Salah satu cara, untuk mencegah penularan virus tersebut kata Dadiek dengan memberikan kondom di beberapa tempat yang dinilai ada kelompok risiko tinggi. Diharapkan, dengan itu mampu mencegah penularan virus tersebut.( sumber :antara )

Artikel Terkait:

No comments:

Post a Comment